koten ku

Saturday, June 11, 2016

Pemeriksaan Sistem Pemanas Mula

Pemeriksaan Sistem Pemanas Mula
TUJUAN PEMBELAJARAN
Melakukan macam-macam cara pemeriksaan sistem pemanas mula :
·         Di dalam kendaraan
·         Di ruang mesin
a)    Dengan lampu kontrol
b)    Dengan ampermeter
c)    Dengan melihat pada lubang injektor
·         Tes busi pijar yang terlepas



ALAT
BAHAN
WAKTU
·      Voltmeter
·      Ampereter
·      Kotak alat
·      Lampu kerja
·      Kabel-kabel
·      mobil/motor stand
·      Instruksi : 2 jam
·      Latihan   : 3 jam



Persyaratan pemeriksaan
Baterai kendaraan yang akan diperiksa harus dalam keadaan kondisi baik ! Jika baterai kosong / lemah / sambungan kabelnya jelek, terjadi hasil pemeriksaan yang salah.
Pemeriksaan di dalam kendaraan
§  Putar kunci kontak pada posisi “GLOW”. Bila tidak ada, hidupkan sistem pemanas dengan sakelarnya yang tersendiri. Kalau lampu komtrol mulai menyala sesudah 6-15 detik ( lihat spesifikasi ! ) berarti pemanas mula bekerja dengan baik.Bila lampu kontrol mulai menyala lebih lambat dari waktu spesifikasi, maka kemungkinan salah satu atau lebih busi pijar tidak berfungsi.
 Lampu menyala lebih cepat dari waktu yang ditentukan menunjukkan hubungan singkat ke massa setelah lampu kontrol



Thursday, June 9, 2016

MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN

MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN


Sebelum mengukur tekanan kompresi mesin, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
  • Accu dalam kondisi prima
  • Disiapkan alat Compression Tester
  • Kunci Busi
  • Tools lain apabila diperlukan.
  • 1. MEMATIKAN PELISTRIKAN:
    Putuskan pelistrikan menuju ECU, biasanya dengan mencabut Main Relay / ECU Relay / Sikring ECU, sehingga injector tidak menyemprotkan bensin.

    TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN

    TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN

    Tes Kompresi, ada juga Tes Kebocoran Kompresi Mesin.

    Biasanya hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan komponen mesin dilakukan dengan baik dan benar.
    Nama alat yang digunakan adalah Cylinder Leakage Tester.





    Cylinder Leakage Tester menggunakan 2 meter (gauge) dan memerlukan masukan udara bertekanan (air compressor) sekitar 100PSI saat digunakan.

    .



    .


    Cara menggunakan Cylinder Leakage Tester:
    Alat ini tidak memerlukan proses starter mesin, tetapi setiap kali mengukur, tiap silinder harus diposisikan pada titik TDC (top dead center) yaitu piston pada posisi TOP dan klep pada posisi menutup semua.
    Alirkan tekanan angin sebesar 100PSI, bisa diatur melalui regulator yang ada pada alat tersebut.
    Jika terdengar suara desis pada mesin, kemungkinan posisi piston atau klep belum tepat, coba putar Crank Shaft hingga piston benar-benar di posisi TOP dan klep menutup rapat.
    Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator).
    Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2),.. Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.

    Ada Cylinder Compression Tester yang mudah untuk dibaca hasil test nya…



    .

    Harga Compression Tester sekitar Rp 180.000 hingga Rp 1.000.000 tergantung merek.

    Semoga bermanfaat.

    TES KOMPERSI MESIN

    Mesin mobil dan motor yang umum seperti mesin 4tak dan 2tak (4strokes & 2strokes engine) juga mesin diesel memerlukan tekanan kompresi yang cukup di ruang bakar untuk dapat bekerja sempurna, membakar bahan bakar (bensin/solar) dan udara untuk dijadikan tenaga.

    Tekanan yang rendah membuat campuran bahan bakar dan udara tidak dapat terbakar atau sering disebut Misfire, sehingga mesin kehilangan tenaga.

    .
    GEJALA MASALAH MESIN

    Mesin ‘Pincang’:
    Istilah yang sering dipakai ketika mengalami mesin bergetar kasar / berguncang, yang diakibatkan satu atau lebih silinder ruang bakar bermasalah. Bisa disebabkan oleh busi yang bermasalah, injektor mati / mampet, tekanan kompresi yang lemah pada salah satu atau lebih silinder ruang bakar.

    Asap Putih:
    Saat mesin digunakan, terus-menerus keluar asap putih dari knalpot, biasanya menunjukkan adanya oli mesin yang terbakar. Bisa disebabkan oleh Ring Piston yang aus atau Seal Klep yang aus, sehingga oli masuk ke ruang bakar dan menimbulkan asap putih di knalpot. Biasanya oli mesin menjadi cepat berkurang.

    Gejala-gejala di atas, biasanya disertai lemahnya kompresi ruang bakar pada salah satu atau lebih silinder mesin. (tekanan kompresi dibawah spesifikasi standar minimum).
    Umumnya mesin tidak dapat bekerja baik jika tekanan kompresi berada di bawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
    Kebanyakan mesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (9.5BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masing-masing model/merek mesin.
    Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI, jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Biasa dipakai yang mempunyai range 0-1000PSI (0-70BAR).

    Penyebab berkurangnya kompresi ruang bakar pada mesin antara lain:
    Gasket Cylinder Head yang bocor / rusak / terbakar
    Ring Piston rusak / aus / bocor
    Seal klep bocor
    Klep rusak / bocor
    Piston retak / bolong
    Cylinder Head Block retak / melengkung
    Cylinder Block retak



    .
    Bagaimana cara mengetahui silinder mana yang bermasalah?

    Untuk mengetahui silinder mana yang bermasalah bisa digunakan alat yang disebut Compression Tester



    Dengan alat ini, kita bisa melihat silinder mana yang mempunyai nilai tekanan yang rendah dibanding yang lain. Tentunya tidak bisa mendapatkan nilai yang benar-benar sama untuk tiap silinder, namun umumnya toleransi yang masih dianggap normal adalah maksimal selisih 0.5BAR (7.2PSI), lebih dari itu dapat dikatakan ada masalah dengan silinder tersebut.



    Jika membeli Compression Tester, lebih baik yang menggunakan selang dengan ujung ulir seperti ulir busi.
    Biasanya disertakan beberapa ukuran ulir busi.

    Dan biasanya pada Compression Tester, ada kemampuan HOLD untuk menahan tekanan kompresi yang sedang diukur, dan dapat di NOL kan kembali dengan menekan tombol Reset.



    .
    MENGUKUR TEKANAN KOMPRESI MESIN

    Sebelum mengukur tekanan kompresi mesin, ada hal-hal yang perlu dipersiapkan, antara lain:
    Accu dalam kondisi prima
    Disiapkan alat Compression Tester
    Kunci Busi
    Tools lain apabila diperlukan.

    1. MEMATIKAN PELISTRIKAN:
    Putuskan pelistrikan menuju ECU, biasanya dengan mencabut Main Relay / ECU Relay / Sikring ECU, sehingga injector tidak menyemprotkan bensin.



    Putuskan pelistrikan menuju Ignition Coil, biasanya dengan mencabut socket yang menuju Ignition Coil, sehingga coil tidak bekerja.



    .

    2. CABUT SEMUA BUSI
    Cabut semua busi dengan kunci busi



    3. PASANG COMPRESSION TESTER
    Pasang ujung selang Compression Tester pada lubang busi, dimulai dari silinder nomor 1.



    .

    4. STARTER MESIN..
    Starter mesin hingga terdengar sekitar 3-5 langkah putaran.. Jarum Compression Tester akan naik dan berhenti pada tekanan tertentu yang dicapai.
    Catatlah hasil ukur tersebut pada kertas.
    Lakukan langkah 3 dan 4 untuk semua silinder yang lain.



    Misalnya hasil ukur adalah sbb:
    Cyls 1 : 10,2BAR
    Cyls 2 : 10,0BAR
    Cyls 3 : 8,7BAR
    Cyls 4 : 10,3BAR

    Terlihat bahwa silinder nomor 3 mempunyai angka yang jauh dibawah silinder yang lain, dan lebih dari toleransi 0,5BAR.

    Kira-kira masalahnya apa ya?
    Kita dapat memanfaatkan bantuan Oli mesin untuk menentukan kemungkinan yang menjadi penyebab lemahnya kompresi pada silinder 3.

    5. MEMASUKKAN OLI MESIN
    Masukkan 1-2 sendok teh oli mesin ke lubang busi silinder yang bermasalah tadi.

    kemudian lakukan langkah nomor 3 dan 4.



    .
    ANALISA:
    Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tekanan kompresi lebih besar dari yang terukur sebelumnya (ada peningkatan), maka dapat disimpulkan ada masalah pada Ring Piston yang aus / rusak, atau dinding silinder cacat.
    Apabila setelah ditambahkan oli mesin, tidak ada perubahan nilai tekanan kompresi, maka dapat disimpulkan ada masalah pada salah satu atau lebih komponen Cylinder Head seperti: Gasket Cylinder Head, Seal Klep (valve seat), Klep (valve), Cylinder Head Block (melenting/bengkok), atau piston (retak/bolong).


    KESIMPULAN:




    Melalui tes di atas, kita akan terbantu untuk menentukan / mengalokasi kerusakan pada mesin sebelum melakukan bongkar / turun mesin. Sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
    Tekanan Kompresi Mesin Bensin umumnya berkisar antara 140PSI-220PSI atau 9.5BAR-15BAR
    Mesin Tidak dapat bekerja dengan baik jika Tekanan Kompresi dibawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
    Lemahnya tekanan kompresi pada salah satu atau lebih silinder mesin, juga berdampak pada borosnya Bahan Bakar.
    TES KOMPRESI vs TES KEBOCORAN

    Langkah-langkah di atas adalah untuk mengukur besaran tekanan kompresi pada masing-masing silinder untuk membandingkan dengan nilai standar spesifikasi mesin tersebut, sekaligus juga untuk dapat mengetahui / mencari / alokasi masalah yang terjadi pada mesin.

    Selain Tes Kompresi, ada juga Tes Kebocoran Kompresi Mesin.
    Biasanya hal ini dilakukan untuk memastikan pemasangan komponen mesin dilakukan dengan baik dan benar.
    Nama alat yang digunakan adalah Cylinder Leakage Tester.





    Cylinder Leakage Tester menggunakan 2 meter (gauge) dan memerlukan masukan udara bertekanan (air compressor) sekitar 100PSI saat digunakan.

    .



    .


    Cara menggunakan Cylinder Leakage Tester:
    Alat ini tidak memerlukan proses starter mesin, tetapi setiap kali mengukur, tiap silinder harus diposisikan pada titik TDC (top dead center) yaitu piston pada posisi TOP dan klep pada posisi menutup semua.
    Alirkan tekanan angin sebesar 100PSI, bisa diatur melalui regulator yang ada pada alat tersebut.
    Jika terdengar suara desis pada mesin, kemungkinan posisi piston atau klep belum tepat, coba putar Crank Shaft hingga piston benar-benar di posisi TOP dan klep menutup rapat.
    Pada meter 1 (gauge 1) akan terbaca 100PSI (sesuai tekanan angin yang kita atur melalui regulator).
    Lihat yang terukur di meter 2 (gauge 2),.. Maksimum toleransi kebocoran yang diperbolehkan adalah hanya 20-25% saja. Artinya akan terbaca nilai sekitar 75-80PSI, kurang dari 75% menandakan masalah serius pada silinder tersebut.

    Ada Cylinder Compression Tester yang mudah untuk dibaca hasil test nya…



    .

    Harga Compression Tester sekitar Rp 180.000 hingga Rp 1.000.000 tergantung merek.

    Semoga bermanfaat.

    GEJALA MASALAH MESIN

    Mesin ‘Pincang’:
    Istilah yang sering dipakai ketika mengalami mesin bergetar kasar / berguncang, yang diakibatkan satu atau lebih silinder ruang bakar bermasalah. Bisa disebabkan oleh busi yang bermasalah, injektor mati / mampet, tekanan kompresi yang lemah pada salah satu atau lebih silinder ruang bakar.
    Asap Putih:
    Saat mesin digunakan, terus-menerus keluar asap putih dari knalpot, biasanya menunjukkan adanya oli mesin yang terbakar. Bisa disebabkan oleh Ring Piston yang aus atau Seal Klep yang aus, sehingga oli masuk ke ruang bakar dan menimbulkan asap putih di knalpot. Biasanya oli mesin menjadi cepat berkurang.
    Gejala-gejala di atas, biasanya disertai lemahnya kompresi ruang bakar pada salah satu atau lebih silinder mesin. (tekanan kompresi dibawah spesifikasi standar minimum).
    Umumnya mesin tidak dapat bekerja baik jika tekanan kompresi berada di bawah 100PSI / 7BAR / 7.2kg/cm2
    Kebanyakan mesin bensin bekerja dengan baik antara 140PSI (9.5BAR) hingga 220PSI (15BAR) tergantung spesifikasi standar masing-masing model/merek mesin.
    Untuk mesin diesel umumnya bekerja di kisaran 600PSI, jadi pastikan alat tes kompresi harus sanggup mengukur tekanan kompresi yang tinggi jika akan mengukur tekanan kompresi mesin diesel. Biasa dipakai yang mempunyai range 0-1000PSI (0-70BAR).
    Penyebab berkurangnya kompresi ruang bakar pada mesin antara lain:
  • Gasket Cylinder Head yang bocor / rusak / terbakar
  • Ring Piston rusak / aus / bocor
  • Seal klep bocor
  • Klep rusak / bocor
  • Piston retak / bolong
  • Cylinder Head Block retak / melengkung
  • Cylinder Block retak
  • REM TANGAN

    Macam – Macam Lengan Pengoperasian
    Lengan ditempatkan di samping atau di antara kursi
    • Tarik lengan unutk mengoperasikan rem tangan
    • Tekan “knop” untuk melepas 
    Lengan batang tarik

    BAGIAN-BAGIAN POMPA DAN PENGATURAN VOLUME PADA DIESEL

    image
    1. Elemen pompa satu lubang
    Pada barel yang terdapat satu lubang yang berfungsi untuk memasukkan solar kedalam ruang diatas plunyer.
    Lubang ini berhubungan langsung dengan ruang isap pada pompa injeksi.
    Sistem ini digunakan untuk pompa injeksi yang mempunyai elemen ukuran kecil.
    imageimageimage
    1. Celah memanjang     4. Lubang pemberi
    2. Barel                       5. Alur pengontrol
    3. Plunyer
    2. Elemen pompa dua lubang
    Pada barel dilengkapi dengan dua lubang pemasukan solar. Pemasukan solar dapat lebih cepat.
    Sistem ini digunakan pada pompa injeksi yang mempunyai volume penyemprotan lebih besar

    MENYETEL KATUB

    Engine standar dengan lifter mekanik masih membutuhkan penyetelan katup dan tujuan penyetelan katup adalah :
    pertama untuk menjamin efisieni pemasukan campuran bahan bakar dengan udara kedalam silinder untuk dikompresikan untuk pembakaran untuk memperoleh power yang diharapkan.
    kedua untuk menjamin efiiensi gas bakar untuk keluar dari dalam silinder ke udara bebas melalui exhaust manifol.
    ketiga untuk menjamin kondisi pemasukan dan pengeluaran pada setiap silinder mendekati sama.
    Kesalahan dalam penyetelan katup dapat dikelompokkan seperti berikut:
    1. setelan katup terlalu rapat akan mengakibatkan katup membuka lebih awal, hal ini mengakibatkan tekanan kompresi rendah dan kehilangan tenaga.
    2. Stelan katup terlalu renggang, dapat mengakibatkan katup membuka terlambat, hal ini akan mengakibatkan kuantitas pemasukan dan pembuangan rendah.
    3. Stelan katup antar silinder tidak sama maka pemasukkan dan pembuangan tidak sama, hal ini dapat mengakibatkan engine hanting, karena power antar slinder berbeda sehingga engine bergetar dan suara katup irreguler.
    Celah katup dapat disetel antara tip rocker arms dengan tip batang katup atau rocker arms dengan bumbungan cam, adakalanya penyetelan katup dilakukan dengan shim plate.

    NOZEL DAN KATUP PENYALUR

    Nozel Dan Kelengkapannya

    KETERANGAN :

    1. Mur pengunci
    2. Saluran balik
    3. Wasier
    4. Rumah nozel
    5. Plat penyetel
    6. Pegas
    7. Pasak penekan
    8. Plat antar
    9. Nozel
    10. Rumah penahan nozel

    TOE IN-OUT

    1. Difinisi Toe
    Selisih jarak antara roda bagian depan dengan roda bagian belakang jika dilihat dari atas kendaraan
    1.1 Toe – Nol ( 0 )

    Toe nol, roda kiri dan kanan pada posisi pararel
    Jarak A = B
    Toe – In ( Toe Positif )

    Peredam getaran solar

    Peredam getaran solar

    Keterangan :
    Peredam getaran solar dipasang pada pompa injeksi jenis P dan pada pompa distributor CAV.
    Alat ini berfungsi untuk :
    • Menahan getaran solar yang terjadi didalam ruang pompa injeksi
    • Menghindari terjadinya gelembung solar yang dapat menimbulkan gelembung udara.
    Katup pengalir

    Keterangan gambar :
    1. Rumah
    2. Katup
    3. Pegas katup
    4. Penahan pegas katup
    Fungsi dari katup pengalir
    • Membatasi tekanan pengisian solar kedalam ruang pompa injeksi
    • Mengatur pengeluaran udara pada sistem aliran solar katup pengalir bekerja atas dasar tekanan pegas yang melawan tekanan pengisian solar. Tekanan solar didalam ruang pompa injeksi antara 1 – 1,5 bar.

    Sistem Aliran Solar

    Sistem Aliran Solar

    Keterangan gambar
    1. Tangki solar
    2. Saringan pada pompa pengalir
    3. Pompa tangan
    4. Saringan halus
    5. Pompa injeksi
    6. Pipa tekanan tinggi
    7. Nozel

    Wednesday, June 8, 2016

    Pengecekan speling pemompaan plunyer dengan dial indicator

    Pengecekan speling pemompaan plunyer dengan dial indicator

    Prosedur pengecekan :

    1. Buka mur nipel salurang bahan bakar tekanan tinggi yang menuju ke injector. 
    2. buka rumah katup pelepas
    3. Keluarkan katup pelepas dari dudukannya.
    4. Pasang kembali rumah katup pelepas.
    5. Pasang alat dial test indicator dengan jarum pengukur masuk ke dalam lubang, sedang meter pengukur dapat dibaca di bagian luar. 
    6. Putarkan nokken as pompa dengan tangan dari titik mati bawah sampai titik mati atas.
    7. Pada kedudukan plunyer bergerak ke atas yaitu pada top TMA maka alat dial test indicator menunjukkan pada angka no. Jika penunjukkan tidak nol maka alat dial harus diset supaya penunjukkan menjadi nol. 
    8. Dengan mengungkit bagian penumbuk ( tappet) maka pembacaan indicator dapat langsung kita bace speling dari pemompaan plunyer. Contoh: Menurut ketentuan celah tersebut 0,30 mm, maka selama penumbuk diungkit hasil pembacaan pada skala indicator adalah 0,30 mm. Bilamana pembacaan tersebut kurang atau lebih dari ketentuan di atas maka harus diadakan penyetelan pada baigna penumbuk ( tapper) dengan cara merobah - robah dengan menaikkan dan menurunkan baut penuetel pada aign penumbutk (tappet).
    dial indicator

    Cara Kerja dan Fungsi Water Sedimenter

    Cara Kerja dan Fungsi Water Sedimenter

    Pada umumnya sistem aliran bahan bakar yang menggunakan pompa injeksi VE/distributor dilengkapi dengan pemisah yang digabung bersama saringan bahan bakar dan priming pump. Sedangkan pada pompa injeksi yang jenisnya in line biasanya terpasang terpisah dengan saringan bahan bakar. Komponen ini sering disebut dengan water sedimenter yang berfungsi untuk memisahkan air yang berada di bahan bakar pada sistem bahan bakar mesin diesel. Water Sedimenter dihubungkan dengan kontak reed, apabila air mencapai ketinggian tertentu akan menyebabkan kontak menghubungkan lampu indikator pada instrumen panel akan menyala. 
    Water Sedimenter Pompa Distributor
    Water Sedimenter Pompa Distributor

    Water Sedimenter Pompa Jenis In Line
    Water Sedimenter Pompa Jenis In Line
    Water sendimenter memisahkan air dari bahan bakar dengan memanfaatkan perbedaan berat jenis. Apabila tinggi air dan pelampung naik melebihi batas tertentu, magnet yang ada di dalam pelampung akan menutup reed switch, dan menyalakan lampu indikator pada meter kombinasi untuk memperingatkan pengemudi bahwa air telah terkumpul pada water sedimenter. Sedimenter mempunyai kran dibawahnya, air dapat dikeluarkan dengan membuka keran dan menggerakkan priming pump.

    Cara Kerja :
    Pemisahan Air dan Pelampung
    Air lebih berat dari bahan bakar diesel akan berada di bawah. Pelampung lebih ringan dari bahan air tetapi lebih berat dari bahan bakar. Oleh sebap itu, pelampung akan naik apabila permukaan air di bawah bahan bakar naik. Pada saat mencapai ketinggian water detection switch (reed switch) magnet di dalam pelampung menghubungkan switch, dan lampu indikator menyala.

    GOVERNOR MESIN DIESEL

    GOVERNOR MESIN DIESEL
    Fungsi Governor secara umum adalah untuk mengontrol secara otomatis penyaluran bahan bakar sesuai dengan beban mesin.

    Fungsi Governor secara spesifik adalah sebagai berikut:
    1. Memudahkan mesin hidup saat start dengan memperbanyak penyuplaian penginjeksian bahan bakar
    2. Mempertahankan putaran setiap posisi
    3. Membatasi kecepatan idle
    4. Membatasi kecepatan maksimum

    Governor menurut mekanismenya dapat dibagi dua macam:
    1. Jenis Pneumatic (diafragma)
    2. Jenis Mekanik (sentrifugal)

    Prinsip Kerja Gvernor Pneumatic

    1. Saat Mesin Start
    Pada saat mesin start kevakuman menjadi kecil, venturi tambahan belum mampu mengalahkan main spring sehingga mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack ke kanan. Langkah efektif makin panjang dan bahan bakar yang diinjeksikan juga semakin banyak

    2. Saat putaran idle
    Kevakuman venturi tambahan makin besar dan mampu mengalahkan main spring dan control rack bergerak ke kiri, langkah efektif menjadi pendek dan kndisi ini idling spring mempertahankan diafragma

    3. Saat putaran maksimum
    Pada saat pedal diinjak, throttle membuka penuh kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack bergerak ke kanan dan langkah efektif menjadi makin panjang dan bahan bakar diijeksikan lebih banyak

    4. Saat Beban Maksimum
    Pada saat beban maksimum, throttle membuka penuh, kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack bergerak ke kanan dan langkah efektif makin panjang. Pada saat ini kecepatan diatur oleh full boadspring.

    Prinsip Kerja Governor Mekanik
    Bila mesin berputar lambat (idle), gaya sentrifugal yang terbentuk belum mampu untuk menekan pegas (spring) atau dengan kata lain gaya sentrifugal yang terbentuk sangat kecil, dengan demikian fuel control rack belum dapat bergerak
    Bila kecepatan mesin bertambah, gaya centrifugal yang terjadi akan bertambah besar sehingga mampu menggerakkan flyweight kea rah luar
    Gaya centrifugal yang terjadi ini sekarang mampu untuk menekan pegas (spring). Dengan tertekannya pegas oleh gaya centrifugal maka fuel control rack akan bergerak kea rah kiri. Fuel control rack ini akan berhenti bergerak apabila gaya centrifugal sudah setimbang dengan gaya pegas

    Sumber: Step 2 Engine Group Toyota Astra Motors

    SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM)

          SISTEM PENGAPIAN (IGNITION SYSTEM) KENDARAAN

                     SISTEM PENGAPIAN 


    Motor pembakaran dalam ( internal combustion engine ) menghasilan tenaga dengan jalan membakar cmpuran udara dan bahan bakar di dalam silinder . Pada motor bensin, Loncatan bunga ap pda busi diperlukan untuk menyalakan campuran udara bahan bakar yang telah dikompresikan oleh tork di dalam silinder. Sedangkan pada motor diesel udara dikompresikan dengan tekanan yang tinggi menjadi sangat panas,dan bila bahan bakar disemprotkan ke dala silinder,kan terbakar secara serentak. Karena pada motor bensin proses pembakaran di mulai oleh loncatan api tegangan tinggi yang dihasilkan oleh busi, beberapa metode diperlukan untuk menghasilkan arus tegangan tinggi yang diperlukan.

    Fungsi dan Cara Kerja Governor Advancer

    Fungsi dan Cara Kerja Governor Advancer

    Saat Pengapian atau waktupembakaran bahan bakar dan udara harus tepat, dan dapat mengikuti kondisi mesin, dimana apabila mesin berputar lebih cepat, maka pengapian juga harus lebih awal lagi (diajukan) agar dapat dihasilkan tenaga yang maximal. Untuk itulah maka pada distributor dipasang governor advancer dan vakum advancer. Governor Advancer merupakan salah satu komponen sistem pengapian di dalam distributor yang berfungsi untuk memajukan saat pengapian sesuai dengan pertambahan putaran mesin. 
    Berikut ini bagian bagian dan cara kerja governor advancer.
    Gover Teridiri dari 
    1. Driving Plate : Bersama sama dengan governor weight berputar atas dasar gaya sentrifugal, untuk memutar cam, sehingga pengajuan saat pengapian dapat terjadi (platina membuka lebih awal).
    2. Governor spring : Berfungsi sebagai pengembali ketika putaran mesin turun, dan sekaligus secara tidak langsung berfungsi sebagai pengatur besarnya pemajuan saat pengapian berdasarkan kelenteruan pegasnya. Coba bayangkan apabila pegas memiliki kelenturan yang sangat lentur dengan yang sangat tidak lentur. Apa yang terjadi??
    3. Governor weight : Berfungsi sebagi benda yang memiliki massa, sehingga apabila dia berputar dapat menghasilkan sebuah gaya sentrifugal, yang diperlukan untuk memajukan saat pengapian.
    4. Cam : Berfungsi untuk membuka platina